Sejarah Bangunan Kantor Pos Medan Pada Zaman Belanda - Teknodik

Breaking

Thursday, February 27, 2020

Sejarah Bangunan Kantor Pos Medan Pada Zaman Belanda

Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke 70 datang. Begitu banyak sudah jasa para pahlawan berjuang untuk negara dari penjajah. Penjajah yang telah lama menduduki negara kita tercinta tidak hanya akan memberikan penderitaan, tetapi ada juga peninggalan bersejarah. sejarah yang bisa dilihat dari keberadaan bangunan dan gedung-gedung tua di kota Medan. Pada masa penjajahan Belanda, berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia mendapat banyak pengaruh dari budaya Barat. Hal ini terjadi di berbagai kota besar di Indonesia, yang diduduki oleh Belanda. Medan disertakan.

Pengaruh budaya Barat, khususnya Belanda, muncul di sejumlah sudut di kota Medan. Salah satunya terlihat dari segi bentuk kota dan arsitektur bangunan yang didirikan bangsa Kincir Angin Negara Angin'di kota-kota besar. Dalam proses perencanaan kota dan desain bangunan, manajer kota dan arsitek Belanda tidak hanya menggunakan gaya arsitektur. Belanda, tidak meninggalkan konsep dana lokal dan pelaksanaan bangunan kota. "Mereka menerapkan konsep dan budaya lokal dan tradisional dalam perencanaan dan pengembangan kota dan bangunan," kata Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Medan, Saufa Yardha, baru-baru ini.


Menurut Saufa, hari ini, bangunan warisan pemerintahan kolonial Belanda di kota Medan menjadi objek wisata di kota metropolitan. Bangunan, seperti kantor pos dan Balai Kota Medan Medan, semua milik bangunan yang akan dilindungi oleh Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 1988 Medan pada Pelestarian Lingkungan Berharga Arsitektur Sejarah Purbakala di Medan. Ada beberapa bangunan bersejarah, kata dia, arsitektur sesuai untuk tarik bagi wisatawan lokal dan asing ketika mengunjungi Medan.

Kantor Pos Medan

Kantor Pos Medan adalah salah satu sarana pendukung yang awal dibangun oleh pemerintah Belanda pada tahun 1911. Dengan arsitek Belanda yang bernama Snuyf berkata bangunan ini didirikan untuk mendukung aktivitas warga Belanda di Medan. Kononnya gedung ini didirikan untuk melengkapi kebutuhan sarana fasilitas pemerintah Belanda. Kantor Pos Medan dibangun dengan bahan tile lantai, atap genteng dan diperkuat pilar beton.

Selain gedung perkantoran, jelasnya, tampaknya Snuyf 'The Arsitek' juga termasuk taman air mancur tepat di depan gedung. "Namun, air mancur taman asli telah direnovasi. Sebaliknya, taman air mancur yang sekarang menunjukkan tidak lagi sifat asli dari bahan yang berbeda. Namun demikian, menurut dia, pembangunan Kantor Pos menunjukkan kualitasnya. Apalagi bangunan ini sangat masih asli dan belum pernah menyentuh cat sama sekali. Ini menunjukkan kualitas bangunan sangat baik bahkan selamat meskipun dekade yang lama.

Di Eropa, desain bangunan sebagai Kantor Pos Medan dikenal sebagai gaya arsitektur modern fungsional (art deco geometris). Bagunan ini ada bangunan yang di buat pada generasi ke tiga pada tahun 1910 sampai 1920. Selain itu, bentuk atap Kantor Pos Medan juga menunjukkan kekhasan yang berbeda bangunan kolonial lain yang berada di sekitarnya. Kantor Pos Medan termasuk salah satu bangunan bersejarah yang tidak mengubah fungsi sejak awal.

No comments:

Post a Comment